Total Pageviews

Penganut

It's The Official Indonesian Blogger

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

Fase Bulan Terkini

CURRENT MOON

GeoCounter


free counters

Visitor's Track

There was an error in this gadget

KOMPAS.com

Powered by Blogger.

100 Hari.

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara teman-teman mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

‘Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu dengan ku’, awal pembicaraan Tina kepada Peter

Peter: ‘Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang’.

Ke duanya mengeluh dan berdiam beberapa saat.

Tina: ‘Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?’

Peter: ‘Eh? Permainan apaan?’

Tina: ‘Eng…gampang sih permainannya. Kamu jadi pacar ku dan aku jadi pacar mu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurut mu?’

Peter: ‘Baiklah…lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan.’

Tina: ‘Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya…semangat dong! Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?’

Peter: ‘Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. Katanya film itu bagus.’

Tina: ‘OK dech….Yuk kita pergi sekarang. ‘tar pulang nonton kita ke karaoke ya…ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.’

Peter : ‘Boleh juga…’


Mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya.


Hari ke-2…

Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.


Hari ke-3…

Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang SAHABAT Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.


Hari ke-7…

Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.


Hari ke-25…

Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.


Hari ke-41…

Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.


Hari ke-67…

Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.


Hari ke-72…

Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari Negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan, ‘Hargai waktu mu bersamanya mulai sekarang’, kemudian peramal itu meneteskan air mata.


Hari ke-84…

Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.


Hari ke-99…

Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.


Hari ke-99, pukul 15:20 pm…

Tina: ‘Aku haus…Istirahat dulu yuk sebentar.”

Peter: ‘Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?’

Tina: ‘Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar, ya?’

Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.


Hari ke-99, pukul 15:30 pm…

Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Peter : ‘Ada apa pak?’

Seseorang: ‘Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah teman mu.’

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.

Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Sambil menunggu, seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


Hari ke-99, pukul 23:45 pm…

Dokter: ‘Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.’

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.




DEAR PETER,

Ke-100 hari kita sudah hampir berakhir…
Aku menikmati hari-hari yang ku lalui bersama mu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidup ku.

Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidup ku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenal mu lebih dalam lagi sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita.

Sama seperti yang ku ucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai.

Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidup ku. Aku ingin menjadi kekasih mu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisi ku seumur hidup ku. Peter, aku sangat sayang pada mu.

Hari ke-99, pukul 23:58…

Peter: ‘Tina, apakah kau tahu harapan apa yang ku ucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahun ku?

Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya…
Tina, kau tidak bisa meninggalkan ku!
Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, aku sayang kamu…!’

JAM DINDING berdentang 12 kali, jantung Tina berhenti berdetak dan tepat pada saat itu adalah Hari ke-100!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahukah kita KAPAN, DIMANA dan BAGAIMANA maut akan menjemput kita?

Sadarkah kita bahwaLEBIH MUDAH mengatakan PERASAAN kita dalam bentuk tulisan DIBANDING mengatakannya langsung kepada seseorang?
kenapa?

Karena BICARA akan sangat jauh LEBIH SULIT untuk kita lakukan dibandingkan menorehkan surat untuknya!

Memang, semua itu kadang menyulitkan bagi diri kita untuk melakukan dan mengakuinya!

Tapi INGAT-lah teman bahwa UCAPAN PERASAAN LANGSUNG dari bibir kita akan sangat jauh LEBIH BERNILAI!

TIDAK ADA KATA SALAH untuk Anda dan diri saya dalam hal mengatakan PERASAAN kita kepada mereka yang kita sayangi seperti keluarga/teman serta sahabat karena kita TIDAK PERNAH TAHU apa yang akan terjadi pada waktu beberapa detik ke depan!

JANGAN PERNAH kita merasa kehilangan dan menghilangkan PERASAAN SAYANG itu!

Biarkan PERASAAN itu tetap tumbuh di dalam hati Anda dan saya.

JANGAN biarkan PERASAAN SAYANG itu mati terkubur!

Tetapi, RASAKAN nilai lembutnya PERASAAN SAYANG tersebut…

PERASAAN itu akan terus hidup jika kita benar-benar memaknainya dan merasakannya!

It’s so wonderfull life, friends…

so now,

Katakanlah dengan sepenuh hati Anda, kepada mereka yang kita sayangi,
aku sayang sama kamu…
aku menyayangi mu…
aku sayang kalian semua…

don't be late, and let's do it now!

I do love you, Friend....

Category: 2 comments

2 comments:

Numpang ngetik an Numpang Nulis said...

gw udah pernah di tag cerita ini di fb .
keren banget~
awet mereka itu .
gw setuju ama pernyataan yang di cetak miring !

Anonymous said...

like

Post a Comment

BUDAYAKAN KOMENTAR YAA.... HEHEHE.... :D
We can check your plugins and stuff

Fase Bumi dan Bulan terkini

Manusia keren (ketek oren)

Manusia keren (ketek oren)
Panggil gue John. Atau kalo lu udah kepalang muntah, panggil gue fariz... And i'll be there....

Labels

Kebanyakan pengunjung melihat ...

Cuaca Hari Ini